Thursday, February 16, 2012

Broken Heart



A broken heart (or heartbreak) is a common metaphor used to describe the intense emotional pain or suffering one feels after losing a loved one, whether through death, divorce, breakup, physical separation, or romantic rejection.

Heartbreak is usually associated with losing a family member or spouse, though losing a parent, child, pet, lover or close friend can all "breaks one's heart", and it is frequently experienced during grief and bereavement. The phrase refers to the physical pain one may feel in the chest as a result of the loss, although it also by extension includes the emotional trauma of loss even where it is not experienced as somatic pain. Although "heartbreak" ordinarily does not imply any physical defect in the heart, there is a condition known as "broken heart syndrome" or Takotsubo cardiomyopathy, where a traumatising incident triggers the brain to distribute chemicals that weaken heart tissue.

Kehancuran Crew



Tuesday, February 14, 2012

Cara Mengatasi Orang yang Drama

Orang yang drama itu sungguh mengesalkan. Apalagi kalo orang yang drama itu adalah mantan kamu sendiri. Hal-hal yang harusnya simple bisa jadi ribet banget dan tentunya bikin perasaan gak enak. Setiap detik sama orang drama itu bisa kerasa kayak di film-film gitu deh. Nah, tapi sesungguhnya, bagaimana mengatasi orang drama? Coba beberapa cara berikut ini:

1. Santai, Jangan Ikutan Drama

Terkadang drama itu menular. Mungkin ini terjadi karena orang yang drama cenderung membuat situasi jadi dramatis, sehingga kamu jadi terbawa suasana. Misal:
Orang Drama: Kamu kok gak nawarin jaket kamu sih? Kamu emang udah gak sayang sama aku ya?! Aku sungguh tidak menduga. Memang di dunia ini gak ada yang sayang sama aku.
Kamu: Lho apaan sih? Bukannya gitu! Jangankan jaket, hatipun akan kuberikan!
Orang Drama: Ah sudahlah!
Lalu hujan turun.
Tuh kan kamu jadi drama juga. Seharusnya yang kamu lakukan adalah:
Orang Drama: Kamu kok gak nawarin jaket kamu sih –
Kamu: Eh sorry. Nih (sambil pakein jaket)
Wih, elegan abis. Gak sempet drama doi.

2. Ikutin Dramanya, Trus Makin Dramain

Kalo kamu bukan orang yang santai, mungkin kamu bisa coba kebalikannya poin pertama: justru makin ikut drama aja. Kalo bisa justru makin didramain. Ini bisa kamu aplikasikan baik jika kamu harus dengerin orang drama curhat atau justru sedang berhadapan dengan orang drama. Misal:
Orang Drama: Kamu kok gak nawarin jaket kamu sih? Kamu emang udah gak sayang sama aku ya?! Memang di dunia ini sudah gak ada yang sayang sama aku!
Kamu: Kamu yang gak peduli sama aku! Kamu tahu gak kalo sebenernya aku leukimia? Aku butuh jaket ini! Kamu bahkan gak pernah nanya kondisi aku! Kamu gak sayang sama aku!
Tujuannya adalah supaya si orang drama ini jadi eneg sendiri, malu, trus jadi males deh drama sama kamu.

3. Hajar Aja

Kalo ini orang dramanya udah keterlaluan dan gak masuk akal, apalagi kalo yang drama ini cowok, gak ada cara lain sih.
Orang Drama: Kamu kok gak nawarin aku jaket sih? Emang kamu–
Dan seketika si Orang Drama menerima bogem mentah di wajahnya.
Tapi kalo yang drama cewek, ya jangan dipukul lah. Kasian. Mending kamu tampar dikit, trus kalian jadi saling liat-liatan, trus langsung ciuman dengan sangat passionate, trus happy ending deh. Manteb.



 

Copyright 2007 ID Media Inc, All Right Reserved. Crafted by Kehancuran-crew.co.nr